STUDI KASUS FLIGHT 427

25 12 2007

KRONOLOGI KECELAKAAN


 

US Air Flight 427 dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional O’Hare, Chicago menuju Pittsburgh, Pennsylvania dengan tujuan akhir di West Palm Beach, Florida. Kecelakaan udara ini terjadi pada tanggal 8 September 1994 dan menewaskan seluruh orang didalam penerbangan tersebut. Pesawat Boeing 737-300 dengan nomor registrasi N513AU saat itu tengah approuch ke runway 28R dari Bandara internasional Pittsburgh, tepatnya berada di Findlay Township, Pennsylvania. Saat itu pesawat pada ketinggian 6000 feet dan pada jarak 6 mil dari runway, hingga kemudian pesawat secara tiba-tiba mengalami kehilangan kendali dan jatuh menghempas tanah dengan posisi nose down hampit vertikal. Kecelakaan ini menewaskan 127 penumpang, termasuk seorang anak berusia dua setengah tahun yang tengah berada di pangkuan ibinya, dan 5 orang awak pesawat.
Setelah dilakukan investigasi terhadap catatan penerbangan pesawat jenis ini selama lebih dari empat setengah tahun, ditarik kesimpulan yaitu National Trasportation Safety Board (NTSB) menetapkan bahwa kemungkinan penyabab kecelakaan USAair 427 adalah hilangnya kendali pesawat akibat rudder yang terdefleksi melewati batas. Rudder terdefleksi pada arah arah yang berlawanan dengan perintah yang diberikan oleh pilot dikarenakan macetnya/tidak berfungsinya kontrol daya pada rudder. NTSB menyimpulkan bahwa masalah yang sama pada rudder juga menyebabkan kecelakaan pada 3 Maret 1991 pada United Airlines Flight 585 dan 9 Juni 1996 pada Eastwind Airlines Flight 517, dan keduanya adalah Boeing 737.
Berdasarkan hasil investigasi maka pilot diberikan peringatan dan dilatih bagaimana mengatasi masalah hilang/kurangnya kendali terhadap rudder pada kecepatan 190 knot dan lebih rendah, dimana hal ini biasa terjadi pada B737 kecepatan approach. Sementara Boeng juga melakukan redesign pada sistem rudder 737 dan menarik pesawat yang ada hingga sistem yang bermasalah tersebut dapat diganti. Sejak kecelakaan udara itu hingga kini, nomor penerbangan 427 tidak lagi dipakai di US Airways.